Senin, 21 Februari 2011

Bom Meledak di Irak, 13 Polisi Tewas

Metrotvnews.com, Samarra: Seorang penyerang bunuh
diri meledakkan bom mobil di luar bangunan yang ditempati kepolisian
di kota Samarra, Irak utara, Senin (21/2). Sedikitnya 13 polisi tewas
dan 25 orang terluka.

Korban adalah anggota skuadron
persenjataan khusus elit. Mereka dikirim ke Samarra untuk melindungi
tempat-tempat suci selama acara keagamaan Syiah belum lama
ini.(Ant/RAS)

Source:Kompas.com

Otak Tambah Pintar karena Bersepeda?

ADA baiknya Anda mengizinkan anak bersepeda atau
berjalan kaki ke sekolah. Menurut sebuah penelitian di Spanyol,
semakin lama seorang anak bersepeda, semakin pintarlah mereka.
Sehingga, kebiasaan itu bisa mendongkrak nilai anak-anak di
sekolah.

Para ahli dari Spanish National Research Council di
Madrid meneliti 1.700 remaja di Spanyol. Para peneliti membandingkan
transportasi dan waktu yang digunakan anak ke sekolah. Hasil
penelitian menunjukkan remaja yang bersepeda atau berjalan kaki lebih
dari 15 menit memiliki nilai yang bagus ketimbang pelajar yang diantar
menggunakan mobil atau sepeda motor.

"Alasannya, berjalan dan
naik sepeda dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga bisa
membantu kinerja otak," jelas Dr. Fracois Trudeau dari Université du
Québec. Beberapa ahli juga percaya bahwa berjalan membuat remaja lebih
siap secara mental untuk memulai hari.

Anda seharusnya melatih
anak untuk bersepeda atau jalan kaki jika jarak dari rumah ke sekolah
tidak terlalu jauh. Anda sebaiknya juga ikut menerapkannya. Caranya
Anda bisa ikut mengantar mereka atau berangkatlah ke kantor dengan
bersepeda.

Tetap sehat dan pintar... (kpl/***)

Source:Kompas.com

Oknum Polisi Mengamuk, 1 Tewas dan 1 Lainnya Terluka

Metrotvnews.com, Kendari: Seorang anggota polisi yang
bertugas di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara mengamuk di tempat hiburan
malam, Minggu (20/2).

Dalam peristiwa ini seorang warga tewas
akibat terkena tikaman sangkur, sedangkan satu orang lagi luka parah
dan dilarikan kerumah sakit.

Korban luka bernama Najib yang
saat sedang dirawat di Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Petugas Rumah
Sakit Anna mengaku korban belum tidak dapat ganggung karena dalam
perawatan intensif di ruangan ICU.

Istri korban Nela, mengaku
mengetahui suaminya ditikam setelah korban telah dibawah ke rumah
sakit.

Nela mengaku suaminya Najib ditikam oleh oknum anggota
kepolisian di tempat hiburan malam.

Sedangkan korban yang tewas
bernama Jusrin (38), yang telah dimakamkan di Asera, Kabupaten Konawe
Utara.

Jusrin, warga Kelurahan Wangguduku, Kecamatan Asera,
Kabupaten Konawe Utara, tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum
Daerah Konawe Utara karena mengalami luka tusuk di bagian perut.


Peristiwa ini terjadi saat adu mulut antara Jusrin dengan
anggota polisi. Jusrin mendapatkan tamparan dari pelaku, pelaku
kemudian keluiar dari thm dan tidak lama kembali lagi dengan membawa
sangkur.

Pelaku langsung mengarahkan sangkurnya ke perut Jusrin
dan angsung berlumuran darah. Najib yang ingin membantu Jusrin justru
mendapat serangan ke perutnya.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP
Fahrul Rozy mengakui peristiwa penikaman itu, dan pihaknya akan
menindak tegas pelaku yang merupakan anggota polisi.(Abdul Halim
Ahmad/RIE)

Source:Kompas.com

Minggu, 20 Februari 2011

DPR Akan Meminta Klarifikasi Menhan

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan akan tetap
meminta klarifikasi Kementerian Pertahanan dan Menteri Pertahanan
Purnomo Yusgiantoro seputar kabar raibnya data militer Indonesia di
Korea Selatan. Komisi I menilai, kalau kabar itu benar ini sebagai
keteledoran tingkat tinggi.

"Rahasianya sangat tinggi. Kalau
orang sudah diberikan amanat, kemudian data ditaruh di iPad atau
laptop dan digeletakan di kamar hotel, itu keteledoran. Harusnya di
deposit box," ujar anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar
Tantowi Yahya di Gedung DPR Jakarta, Senin (21/2).

Benar
Kemenhan sudah membantah kabar itu. Namun, menurut Tantowi, alasan
yang dikatakan Menhan bahwa data di laptop hanya soal ekonomi tidak
rasional. "Tidak mungkin berita itu muncul, kalau tidak ada berita
rencana kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam rangka
pembelian pesawat tempur militer," jelas dia.

Karena itu,
tambah Tantowi, Komisi I memandang perlu memanggil dan meminta
pertanggungjawaban Menhan. Khususnya kepada yang diberi
amanat.

"Mungkin tidak bentuk raker, tapi tanya Kemenhan,
apakah benar data itu adalah data rencana kerja sama pertahanan
Indonesia dengan korea yang hilang."Ucapnya. Jika memang itu terjadi
maka patut diberi sanksi pada org yang diberi
kepercayaan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan
Keamanan Djoko Suyanto menegaskan, tidak ada data militer Indonesia
yang hilang di Korea Selatan. "Yang hilang atau dicuri laptop staf
Menteri Perindusterian," kata Djoko .

Djoko menjelaskan,
komputer jinjing yang hilang antara lain berisi rencana enam koridor
kerja sama ekonomi RI-Korsel yang akan dikembangkan untuk mendukung
percepatan pembangunan di Indonesia.

"Tawaran serupa sebelumnya
telah dilakukan kepada Jepang dan India," jelas Djoko.

Seperti
diwartakan media lokal Korsel, mengutip polisi setempat, insiden
terjadi di Hotel Lotte, kawasan Sogong-dong, tidak jauh dari Balaikota
Seoul, tempat kelima puluh orang anggota delegasi Indonesia menginap.
Tiga orang pelaku, dideskripsikan dua pria dan seorang wanita berwajah
Asia, membobol masuk kamar VIP tempat korban menginap di lantai
19.

Menurut salah seorang penyidik dari Kantor Polisi Namdaeum,
saat kejadian, Rabu (16/2) sore, para petugas pengamanan internal
rombongan tidak ada yang berjaga di hotel karena mendampingi rombongan
dalam kunjungan.

Kepolisian mengaku mendapat laporan dari
anggota delegasi Indonesia yang menyebut ketiga pelaku diketahui
menyalin data dari laptop korban dan menyimpannya di USB lalu
kabur.

Polisi juga mengaku yakin pelaku memang memilih
korbannya dan memang mengincar hal spesifik, seperti data rahasia
kerja sama militer Indonesia-Korsel.

Rombongan yang kembali ke
Tanah Air, Kamis lalu, diketahui menggelar pertemuan dengan Presiden
Korsel Lee Myung-bak, membahas perluasan kerja sama ekonomi dan
militer, termasuk rencana Korsel menjual pesawat jet tempur latih T-50
Golden Eagle.

Dari data Defense Acquisition Program
Administration (DAPA), diketahui Indonesia berencana membeli 16 jet
tempur latih. Selain Korsel, terdapat kandidat lain, yaitu Rusia
dengan Yak-130 buatannya dan Ceko yang memproduksi L-159B.(Andhini)

Source:Kompas.com

PKS Jateng: Sultan Layak Jadi Capres 2014

Metrotvnews.com, Semarang: Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Jawa Tengah menyatakan, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri
Sultan Hamengku Buwono X layak menjadi salah satu calon presiden pada
Pemilihan Presiden 2014.

"Dari berbagai pertimbangan dan rekam
jejaknya secara menyeluruh, Sultan merupakan salah satu nama yang
layak diusulkan sebagai calon presiden mendatang," kata Ketua DPW PKS
Jawa Tengah, Fikri Faqih, di Semarang, Ahad kemarin.

Menurut
dia, selain karena faktor ketokohannya, Sultan juga dinilai mampu
menyelesaikan berbagai permasalahan tanpa ada konflik.

Ia
mencontohkan, pascagempa besar di Yogyakarta tahun 2006, Sultan mampu
memimpin pelaksanaan rekonstruksi dengan tata kelola yang profesional
dan cepat sehingga mendapatkan penghargaan internasional dari
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Pada penanganan bencana
nasional erupsi Gunung Merapi, mulai dari penanganan tanggap darurat
hingga masa pemulihan, Sultan mampu memimpin tanpa gejolak yang
berarti termasuk menyikapi adanya isu keistimewaan Yogyakarta,"
ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai partai yang terbuka, PKS siap
bermitra dengan berbagai kalangan untuk menentukan kepemimpinan
nasional yang bisa mengayomi segala golongan.

"Sultan adalah
tokoh nasional yang mempunyai peluang untuk mempererat kembali
persatuan bangsa yang akhir-akhir ini banyak mengalami gesekan di
masyarakat," kata Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut.

Selain
mengusulkan Sultan sebagai calon presiden, kata dia, pihaknya juga
akan menjadikan Musyawarah Kerja Nasional PKS yang akan
diselenggarakan pada 24-27 Februari 2011 di Yogyakarta sebagai gladi
bersih verifikasi keikutsertaan Pemilu 2014.

"Meskipun bukan
partai baru, kami ingin menjadikan momentum verifikasi sebagai sarana
konsolidasi menjelang Mukernas mendatang," ujarnya.

Ia
mengatakan, berbagai hal yang perlu disiapkan terkait dengan
verifikasi tersebut antara lain kantor resmi partai, pengesahan
pengurus di tingkat daerah, serta kelengkapan administratif
lainnya.

"Khusus PKS Jateng, persiapan verifikasi di tingkat
kabupaten/kota sudah selesai, sedangkan di kecamatan dan ranting akan
diselesaikan pada akhir bulan ini," kata anggota Majelis Syuro PKS
Jawa Tengah itu.(Ant/DSY)

Source:Kompas.com

Swedia Peringatkan Warga tidak ke Libia-Bahrain

Metrotvnews.com, Stockholm: Kementerian Luar Negeri
Swedia, Ahad (20/2), memperingatkan warganya untuk tidak melakukan
perjalanan yang tidak mendesak ke Libia dan Bahrain. Maklum, Libia dan
Bahrain tengah dilanda unjuk rasa antirezim yang
berdarah.

"Karena situasi keamanan, kementerian luar negeri
untuk saat ini menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak
penting ke Bahrain dan Libia," kata kementerian itu dalam pernyataan,
tanpa  memberikan komentar lebih lanjut.

Nasihat
Perjalanan itu muncul karena meningkatnya kekhawatiran dari
pembantaian di Libia setelah kelompok HAM Human Rights Watch
mengatakan sedikitnya 104 orang telah meninggal di sana sejak
demonstrasi mulai Selasa lalu menentang pemerintahan lebih dari 40
tahun Moamer Kadhafi.

penguasa Sunni Bahrain menghadapi tekanan
untuk bernegosiasi dengan oposisi yang dipimpin Syiah, saat demonstran
sekali lagi mendirikan kemah di Lapangan Mutiara Manama setelah polisi
dan tentara diperintahkan untuk mundur pada hari Sabtu dalam upaya
rekonsiliasi oleh kerajaan Teluk itu setelah aksi kekerasan mematikan
pekan lalu.(Ant/RAS)

Source:Kompas.com

PSSI Sengaja Ganjal Calon dari Luar

Metrotvnews.com, Semarang: Pengamat sepak bola Semarang Setyo Agung Nugroho menilai, ada
upaya dari PSSI untuk mengganjal calon ketua umum dari luar induk
organisasi olah raga sepak bola di Tanah Air tersebut.

"Saya
tidak tahu persis aturan dalam pemilihan ketua umum, tetapi saya
melihat ada aroma dari PSSI untuk melanggengkan kekuasaan dari
pengurus yang sudah ada," katanya di Semarang, Ahad (20/2), ketika
dimintai pendapatnya soal hasil verifikasi calon Ketua Umum PSSI
periode 2011-2015.

Seharusnya, kata mantan Manajer Tim PSIS
Semarang tersebut, semua calon yang masuk dibiarkan bergabung dan
nantinya peserta kongres yang akan menentukan sendiri siapa yang layak
sebagai calon ketua umum periode empat tahun mendatang.

"Kalau
dalam kongres ternyata ada yang kalah, tentunya kemenangan yang
dicapai calon itu secara elegan karena berdasarkan hati nurani peserta
kongres. Bukan seperti sekarang ini, mau maju sudah diganjal dengan
aturan yang seperti itu," katanya.

Menurut dia, majunya
keempat calon dalam bursa calon ketua umum induk organisasi sepak bola
di Tanah Air ini tentunya dengan niat untuk memperbaiki citra sepak
bola terutama berkaitan dengan prestasi yang dicapai tim nasional
dalam beberapa event internasional sekarang ini.

Masyarakat
sepak bola Indonesia, kata dia, tidak mengerti dengan statuta dari
PSSI, yang mereka inginkan adalah prestasi dan citra sepak bola
Indonesia lebih bagus dari apa yang dicapai selama ini. "Mereka
(masyarakat) itu tidak 'mudeng' dengan statuta PSSI, yang mereka
harapkan sangat simpel yaitu sepak bola Indonesia bisa lebih baik dari
sekarang ini," katanya.

Hasil verifikasi calon Ketua Umum PSSI
periode 2011-2015 yang dipimpin Ketua Komite Pemilihan, Syarif
Bastaman, disebutkan bahwa calon yang lolos hanya Nurdin Halid dan
Nirwan Dermawan Bakrie, sedangkan dua calon lainnya tidak lolos yaitu
George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Seperti diwartakan
sebelumnya, Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie lolos verifikasi yang
dilakukan oleh Komite Pemilihan dan berhak maju dalam Kongres Empat
Tahunan PSSI yang rencananya digelar di Pan Pasific Nirwana Resort
Bali, 26 Maret mendatang.

Dengan lolosnya kedua calon ini,
maka peluang untuk terjadinya perubahan ditubuh PSSI tertutup karena
dua calon yang lain yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro
dinyatakan gagal dalam verifikasi.

"Ini hasil verifikasi yang
kami lakukan termasuk verifikasi bagi calon wakil ketua umum dan
calong anggota EXCO PSSI," kata Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman
pada saat pengumunan hasil verifikasi di Kantor PSSI Jakarta, Sabtu
(19/2).

Pada pengumunan yang dilakukan oleh Komite Pemilihan
yang juga dihadiri oleh seluruh anggota itu juga diumumkan calon wakil
ketua umum dan calon anggota EXCO yang berjumlah 25 orang. (Ant/RIZ)

Source:Kompas.com